RSCM Berhasil Pasang Alat Bantu Pompa Jantung Terkecil di Dunia

Berita Maluku, Berita Ambon Jakarta (CarangTVAmbon) – Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) berhasil melakukan implantasi Left Ventricular Assist Device (LVAD) CoreHeart 6, yang diklaim sebagai perangkat bantu jantung berukuran paling kecil di dunia. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, mengatakan prosedur tersebut menjadi yang pertama dilakukan di Asia dengan menggunakan teknologi LVAD CoreHeart 6. “Selama ini terapi utama gagal jantung stadium akhir adalah transplantasi jantung. Namun tantangannya sangat besar karena keterbatasan donor dan dokter dengan kompetensi khusus. Kehadiran teknologi LVAD memberi harapan baru untuk memperpanjang usia sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien,” kata Azhar dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (7/8/2026). Menurut Azhar, keberhasilan implantasi tersebut menjadi tonggak baru dalam penanganan gagal jantung stadium lanjut di Indonesia. Hal itu sekaligus menunjukkan kemampuan tenaga medis nasional dalam menguasai teknologi kesehatan berstandar dunia. Teknologi LVAD menjadi salah satu terobosan dalam penanganan gagal jantung kronis, khususnya di tengah keterbatasan donor jantung dan tenaga ahli transplantasi. Azhar berharap penguasaan teknologi tersebut dapat menjadi awal transfer pengetahuan kepada lebih banyak tenaga kesehatan sehingga semakin banyak pasien gagal jantung yang memperoleh manfaat. Kementerian Kesehatan, lanjut dia, juga mendorong peningkatan kualitas rumah sakit nasional agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi kesehatan, tetapi mampu berperan dalam pengembangan teknologi tersebut. “Kami tidak ingin rumah sakit nasional hanya menjadi penonton. Kami ingin menjadi pemain. Indonesia harus menjadi kebanggaan di bidang layanan kesehatan,” ujarnya. RSCM Targetkan Jadi Pusat Pelatihan LVAD Asia Direktur Utama RSCM Supriyanto Dharmoredjo mengatakan keberhasilan implantasi LVAD CoreHeart 6 menjadi tonggak baru bagi layanan jantung nasional sekaligus menunjukkan kepercayaan dunia internasional terhadap kemampuan tenaga medis Indonesia. Ia berharap kerja sama dengan HeartSpan.ai dapat terus berkembang dan mendorong RSCM menjadi pusat pelatihan teknologi LVAD di Asia. Kepala Departemen Kardiovaskular RSCM Birry Karim mengatakan keberhasilan prosedur tersebut merupakan hasil kerja tim multidisiplin yang melibatkan dokter jantung, dokter bedah jantung, dokter anestesi, dokter intensif, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya. Program penanganan gagal jantung lanjut di RSCM sendiri telah dirintis sejak 2017 melalui pembentukan layanan khusus heart failure yang kemudian berkembang menjadi sistem pelayanan terpadu. Birry menyebut pasien pertama yang menjalani implantasi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sekitar 24 jam setelah operasi, pasien telah dapat dilepas dari ventilator, mulai menjalani latihan mobilisasi, serta menunjukkan perbaikan pada berbagai parameter klinis. Meski demikian, tim medis masih melakukan pemantauan ketat terhadap risiko infeksi, perdarahan, dan gangguan fungsi organ yang umum terjadi pada fase pascaoperasi. “Sejauh ini kondisi pasien terus membaik. Begitu pasien berhasil melewati fase kritis dan dapat dilepas dari ventilator, kami merasa sangat lega. Ini menjadi milestone penting bagi pengembangan layanan gagal jantung di Indonesia,” kata Birry. Sementara itu, Founder dan Chairman Borderless Healthcare Group sekaligus pendiri HeartSpan.ai Wei Siang Yu mengatakan kolaborasi dengan RSCM tidak hanya mencakup penyediaan perangkat medis. Kerja sama tersebut juga meliputi pelatihan dokter, transfer pengetahuan, serta pengembangan sistem layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung penanganan pasien gagal jantung.